Infoaskara.com
Tiap individu memiliki derajat ketahanan psikis yang unik. Meski demikian, tidak peduli betapa tangguhnya mindset Anda pada masa kini, tetap saja ada ruang bagi peningkatan lebih lanjut serta penguatan terus menerus. Semakin kokoh daya tahan emosional Anda, semakin luaslah kemungkinannya untuk mencapai ambisi hidup, menghadapi setiap harinya sesuai prinsip-prinsip penting bagi diri sendiri, dan mengecap kedamaian batin sebenar-benarnya.
Bukan hanya itu saja, daya tahan mental pun memungkinkan kamu untuk memberikan pengaruh positif yang signifikan pada lingkungan di sekitarmu serta kepada masyarakat secara lebih luas. Berdasarkan laporan Forbes, berikut adalah beberapa metode bagaimana ketangguhan mental dapat membantu mencapai tujuan hidupmu, termasuk kemampuan mengatur perasaanmu dengan baik.
1. Mampu mengelola emosi
Kehidupan sungguh dipenuhi oleh berbagai macam emosi; terdapat momen kegembiraan namun tidak dapat dilepaskan dari periode kesulitan. Bagaimana cara Anda merawat dan mengendalikan fluktuasi perasaan tersebut dengan baik tentunya akan mencerminkan mutu hidup yang Anda alami. Ketangkasan dalam pengolahan emosi bisa menjadikanmu lebih siap untuk menyongsong rintangan hidup layaknya seorang juara.
Sebagai gantinya dari kabur dari perasaan pahit atau tidak nyaman, kamu akan bertaruh menghadapi penyebabnya yang membuatmu cemas, sedih, atau merasa bersalah. Menggunakan tenaga emosi yang lebih tangguh, kamu sudah tahu caranya untuk menenangkan pikiran, menyemangati dirimu sendiri, serta berani mendobrak ketakutan tersebut.
2. Mendorong untuk bertahan
Motivasi tentunya hadir dan sirna, ini adalah sesuatu yang biasa terjadi. Namun, daya tahan mental yang tangguh akan jadi sumber tenaga terpendam untuk menggerakkan Anda maju, bahkan saat motivasi tersebut mulai redup. Menggunakan mentalitas yang solid, Anda bisa melanjutkan pertempuran meski sudah merasa letih atau ketika dorongan batin mulai surut.
Kekuatan ini membantu Anda melawan pikiran yang meragukan keteguhan hati, memacu Anda agar tetap bertahan meski situasi tampak sulit. Dengan meningkatkan daya tahan mental, kapabilitas Anda untuk bertahan dan maju pun menjadi lebih besar, bahkan jika motivasi pertama telah luntur.
3. Menyingkirkan keraguan
Entah kamu berambisi menggandakan pendapatan bisnis atau menyelesaikan triatlon yang menantang, keraguan pada diri sendiri pasti akan muncul di suatu titik. Itu menjadi hal yang sangat wajar dialami siapa saja. Sayangnya, saat kekuatan mentalmu semakin berkembang, maka kamu mulai menyadari bahwa tidak semua pikiran itu benar.
Otak kita kadang-kadang menipu dengan cerita negatif yang tidak berdasar. Meski kekuatan mental tidak bisa menghilangkan keraguan sepenuhnya, ia memberikanmu kemampuan untuk mengabaikan suara-suara negatif dan fokus pada hal-hal yang membangun. Dengan begitu, kamu bisa terus maju dengan lebih percaya diri, tanpa terjebak dalam pikiran yang meragukan kemampuan diri sendiri.
4. Memberimu keberanian
Memerlukan banyak kebrlian untuk meninggalkan kenyamananmu dan menghadapi rasa takut dengan lansung. Terlebih lagi, tanpa adanya jaminan bahwa tindakan berani mu segera membuahkan hasil sesuai harapan. Tetapi, hal positifnya adalah kemampuan mental dapat diasah hingga kamu memiliki keyakinan total bahwa gagal bukanlah penanda akhir dari semuanya.
Ketika Anda yakin bisa menaklukkan setiap tantangan yang datang, maka Anda bakal lebih siap buat mengambil resiko serta melaksanakan hal-hal sulit yang sanggup mendatangkan pergantian signifikan di kehidupan. Kepercayaan tersebut menjadi pondasi bagi pertumbuhan, perkembangan, dan merasai hidup secara lebih gagah.
5. Mengakibatkanmu menolak nasihat yang tak bermanfaat
Berpikiran terus tentang pendapat orang lain dapat berbalik merugikan hidup Anda. Saat Anda sangat mementingkan penilaian orang lain, ada kecenderungan untuk mencoba membuat semua orang senang, hingga akhirnya bersedia mengorbankan waktu, energi, serta perasaan sendiri.
Seringkali, Anda merasa perlu untuk selalu menunjukkan bahwa pendapat Anda benar sementara orang lain salah; ini adalah lingkar setan yang menguras energi dan tidak memberikan manfaat substansial. Inilah saat ketika keberadaan kesiapan mental menjadi sangat berharga. Dengan pikiran yang tangguh, Anda dapat lebih selektif dalam menerima umpan balik, yaitu dengan membedakan antara apa yang konstruktif dan hal-hal yang seharusnya dikesampingkan.
Anda sudah tidak gampang bergoyah cuma karena mendengar kritikan yang kurang sesuai atau komentar negatif yang tidak beralasan. Keberanian mental ini memungkinkan Anda untuk tetap berkonsentrasi pada nilai-nilai serta prinsip-prinsip hidup yang dipegang teguh. Selain itu, Anda menjadi lebih yakin saat membuat pilihan penting tanpa perlu selalu minta persetujuan kepada orang lain.
6. Belajar dari kesalahan
Seseorang yang dipengaruhi oleh egonya biasanya berupaya menemukan berbagai alasan ketika membuat kesalahan. Mereka lebih condong untuk membela diri daripada mengambil pelajaran dari insiden tersebut. Sebaliknya, orang-orang dengan kematangan emosional akan lebih memilih untuk mendapatkan pemahaman dibandingkan pencarian pengampunan.
Saat Anda cukup berani untuk mengakuinya jika melakukan kesalahan dan bertanya, \”Pelajaran apa yang dapat kita ambil darisini?\”, maka disinilah awal terjadinya perkembangan pribadi. Hal tersebut bukan berasal dari mencaci maki situasi atau menyalahkan orang lain, tetapi justru datangnya dari pemikiran tentang tanggung jawab atas perbuatan sendiri.
Mengaku akan kekeliruan tidak menunjukkan lemahnya seseorang. Sebaliknya, kerendahan hati seperti ini jadi dasar untuk pertumbuhan pribadi yang nyata. Di sinilah terjadinya pengajaran penting yang bisa membimbing Anda kepada kesuksessan karena tiap kesalahan memberikan peluang untuk memperbaiki diri dan berkembang.
7. Mendirikan bangunan dari kegagalan
Gagal sering meninggalkan perasaan frustasi, malu, serta membuat kita meragukan kemampuan diri. Banyak orang pada akhirnya mengundurkan diri lantaran tak kuat terhadap sensasinya tersebut. Namun sebenarnya, dalam setiap kekalahan tersimpan potensi besar bagi perkembangan pribadi.
Dengan memiliki mental yang kokoh, Anda bisa meraih ketinggian lagi, memperoleh ilmu baru, lalu menjadi pribadi yang semakin tegar. Tokoh-tokoh terkenal ini tak selamanya menikmati kesuksesan; justru di saat mereka menghadapi kekalahan adalah ketika pembelajaran dimulai. Kegagalan bagi mereka hanyalah tahap dalam petualangan mencapai pencapaian besar.
***