Ini Cara Benar Menggunakan e-Materai dan Tanda Tangan Digital di Dokumen Resmi


INDOBALINEWS

– Belakangan ini, banyak ditemukan kasus penolakan berkas kesepakatan akibat penggunaan e-Materai yang diletakkan pada tempat yang salah. Keadaan ini menyebabkan keraguan bagi masyarakat serta para pelaku bisnis, khususnya mereka yang baru memindahkan dokumen ke bentuk digital.

Walaupun telah dilengkapi dengan tanda tangan elektronik, dokumen tetap dinilai tidak valid dikarenakan letak e-Meterai tidak memenuhi aturan yang berlaku. Kejadian ini membuktikan bahwa kesadaran tentang metode pemberian e-Meterai serta pengaturan yang tepat pada dokumen resmi masih menjadi kendala.

Walaupun demikian, langkah tersebut penting untuk memastikan bahwa dokumen elektronik memiliki daya hukum lengkap, terutama dalam aktivitas perdagangan maupun urusan administratif. Tanda tangan digital serta e-Materai berperan saling mendukung satu sama lain.

Tanda tangan elektronik digunakan untuk mengenali pihak yang melakukan penandatanganan, sedangkan e-Materai bertindak sebagai alat pembuktian bahwa kewajiban pajak telah dipenuhi. Pemasangannya harus dilakukan dengan urut dan benar agar dokumen tersebut tidak menimbulkan masalah pada masa depan.

Panduan Penempatan e-Materai dan Letak yang Tepat pada Dokumen

Pembubuhan
e-Meterai
bukan hanya tentang meletakkan tanda tangan digital. Pemilihan posisi yang benar memengaruhi validitas dokumen elektronik dan harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Berikut langkah-langkahnya:

1. Menandatangani dokumen secara elektronik

Langkah pertama adalah membubuhkan
tanda tangan digital
melalui layanan sah yang tercatat. Tahapan ini bertujuan untuk mengenali pihak yang melakukan tanda tangan serta memverifikasi bahwa dokumen tetap utuh tanpa adanya perubahan setelah ditetapkan.

2. Tempelkan e-Materai di halaman utama

Setelah dokumen selesai ditandatangani, e-Materai harus dilekatkan di halaman yang memuat isi utama pernyataan atau transaksi. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa bukti pembayaran pajak dapat dengan jelas terbaca pada bagian yang sesuai serta lebih mudah diverifikasi.

3. Periksa letak e-Materai agar berada dekat dengan tanda tangan digital

Letak yang tepat untuk e-Materai ialah di bagian akhir dokumen, dekat dengan tanda tangan elektronik. Pemasangannya bisa ditempatkan disebelah atau sedikit diatas tanda tangan sehingga tidak menyulitkan pemahaman secara hukum.

4. Jangan Letakkan di Tempat yang Tidak Sesuai

Penolakan dokumen biasanya disebabkan oleh perekatan e-Materai pada halaman yang salah atau terlalu menjauhi tanda tangan elektronik. Kesalahan teknis semacam itu dapat menyebabkan dokumen dianggap tidak valid meskipun telah dilengkapi dengan tanda tangan digital.

5. Mengerti Peran Ganda dari Verifikasi

Dalam susunan yang benar, dokumen mempunyai dua tingkat verifikasi: pengenalan pihak yang menandatangani melalui tanda tangan digital serta bukti kepatuhan terhadap kewajiban pajak lewat e-Meterai. Gabungan dari kedua hal tersebut menjadikan dokumen elektronik sah secara hukum dan dapat dipercaya dalam berbagai aktivitas usaha atau administratif.

Scroll to Top