infoaskara.com
– Seorang tokoh intelek yang diduga menjadi otak dari tindakan pembiusan serta penghilangan nyawa Kepala Cabang (Kacab) Bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta akhirnya berhasil ditangkap.
Empat pelaku pemerkosaan dengan inisial C, DH, YK, dan AA ditangkap oleh Tim Subdirektorat Jatanras Polda Metro Jaya.
Tiga orang yang merupakan DH, YK, dan AA diamankan di Kota Surakarta, Jawa Tengah pada hari Sabtu tanggal 23 Agustus 2025 sekitar pukul 20.15 WIB.
Namun, seseorang dengan inisial C diamankan pada hari Minggu (24/8/2025) sekitar pukul 15.30 di wilayah mewah Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.
Wajah empat tokoh intelektual yang terlibat dalam pembunuhan Ilham akhirnya diketahui.
Momen Penangkapan
Kondisi sebuah jalur utama di kawasan Surakarta, Jawa Tengah menjadi menegangkan pada hari Sabtu (23 Agustus 2025) malam.
Pada saat itu, tim gabungan dari Subdirektorat Jatanras Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Polrestabes Semarang dan Polres Demak berhasil mencegah perjalanan sebuah mobil mini putih yang didalamnya terdapat tiga orang laki-laki.
\”Hai, hai! Tangani belakang. Polisi! Semua turunkan diri, berbaringlah!\” seru petugas kepolisian kepada para pria tersebut, sebagaimana dilansir dalam video yang diterima oleh TribunJakarta.com pada minggu (24/8/2025) malam.
Tiga orang laki-laki yang berada di dalam mobil mini hitam itu merupakan pelaku penyekapan dan pembunuhan terhadap manajer cabang bank milik negara bernama Ilham Pradipta.
Di dalam rekaman videonya, petugas kepolisian yang mengenakan pakaian kasual tiba-tiba menangkap dan memintai ketiga tersangka untuk turun dari kendaraan mereka.
Segera setelah itu, petugas kepolisian menekan badan para tersangka dan mengikat tangan mereka menggunakan tali plastik di tengah jalan.
Tiga tersangka yang diamankan di tempat kejadian adalah masing-masing memiliki inisial DH, YJ, dan AA.
Sebagaimana dalam film laga, petugas polisi yang berpenampilan santai mengemudikan kendaraan dinas secara gesit, melewati kendaraan lain dengan cepat tetapi masih memperlihatkan rasa waspada.
Petugas tetap mengikuti kendaraan yang dikemudikan tersangka sampai akhirnya dapat memaksa bus hitam tersebut berhenti.
Esok harinya, seorang tersangka lain dengan inisial C ditangkap di wilayah Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, pada hari Minggu (24/8/2025) siang.
Kepala Subdirektorat Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim juga mengonfirmasi pengambilan tindakan tersebut.
\”Iya (telah menangkap empat orang),” kata Abdul Rahim ketika dihubungi pada hari Minggu.
Kini, empat terdakwa sedang menjalani penyelidikan mendalam mengenai perkara tersebut.
Sebelumnya dilaporkan, Ilham ditemukan meninggal dunia di semak-semak wilayah Serang Baru, Bekasi, pada hari Jumat (21/8/2025) pagi.
Dia telah disembunyikan terlebih dahulu setelah bertemu dengan rekan kerjanya di Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Video CCTV menampilkan ketika Ilham menuju area parkir, mengendarai mobil hitamnya, kemudian ditangkap oleh tersangka yang telah bersiap di sebelah mobil putihnya.
Setelah kejadian tersebut, korban tidak pernah memberikan informasi lagi sampai akhirnya dinyatakan hilang oleh keluarganya.
Ketika ditemukan, kondisi mata, tangan, dan kaki korban sedang dikunci atau diborgol.
Dugaan Motif
Makna di balik kejadian ini masih belum jelas.
Namun diduga Ilham dibunuh akibat keterlibatan dalam sengketa utang atau persaingan usaha.
Dikatakan bahwa istri salah seorang tersangka menerima uang senilai Rp 8 juta dari suaminya menjelang penangkapan berlangsung.
Sekarang uang tersebut diamankan sebagai alat bukti.
Di sisi lain, hasil otopsi terhadap jenazah mengungkapkan bahwa Ilham meninggal dunia akibat benturan benda tajam pada bagian dada dan lehernya.
Laporan otopsi menunjukkan bahwa tidak ditemukan bekas luka akibat senjata tajam.
(Tribunnewsmaker/
Tribun Jakarta
)